Ada Bangunan TPT, Dumping Limbah Diadukan ke Gakkum Jabalnusra, Kades Jetis : Sudah Ada Sejak Dulu
Mojokerto, nets9.com – Tampaknya persoalan penimbunan dan pembuangan sampah yang diduga limbah sisa produksi di area bantaran sungai di Dusun Pecarikan, Desa Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto akan semakin panjang.
Pasalnya, permasahan dugaan dumping limbah tersebut sudah diadukan ke Dirjen Balai Penegak Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra).

Demikian yang disampaikan Gigih, Divisi Investigasi DPD LSM LIRA Kota Mojokerto, usai menyerahkan dokumen pengaduan ke Gakkum LHK Jabalnusra.
“Setelah diadukan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, BBWS Propinsi Jawa Timur, kemarin Tim LSM LIRA ke Gakkum LHK Jabalnusra, di Jl. Bandara Juanda No.100 Sidoarjo,” kata Gigih, saat ditemui awak media, Kamis (6/11/2025)
Menurut Gigih, pengaduan ini sebagai tindak lanjut atas pembuangan limbah yang diduga milik PT. Alam Inrotama Jetis yang disinyalir mengandung Bahan Berbahaya Beracun (B3).

”Diduga ada kerjasama dengan Kepala Desa Jetis dalam hal pengolahan limbah industri yang dibuang dan ditimbun di bantaran sungai Dusun Pecarikan, Desa Jetis yang merupakan wilayah kewenangan BBWS Brantas Jawa Timur,” tandas Gigih.
Lebih lanjut dikatakan, kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Samsul Hadi, Penyidik Gakkum LHK Jabalnusra, yang sudah menerima aduan kami dengan baik.
“Semoga segera ditindak lanjuti dengan mengambil langkah tegas dan tindakan tegas terkait limbah ini,” tandas Divisi Investigasi yang didampingi Andik, Wakil Sekretaris DPD LSM LIRA Kota Mojokerto.
Sementara itu Sigit Purnomo, Kades Jetis, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto saat dikonfirmasi terkait adanya bangunan TPT diarea penimbunan dugaan limbah sisa produksi mengatakan, kalau itu sudah ada bangunan sejak dulu.
“Kenapa tidak tanya ke Kades sebelumnya,” jawab Kades melalui Aplikasi WhatsApp (WA), saat dikonfirmasi awak media melalui Nomor 085xxx132xxx, Kamis (6/11/2025).
Dikatakan, itu sudah kedaluwarsa, silahkan tanya ke Pak Koder.
“Sampai bahan buat bangun rumah saja di foto,” pungkasnya. (Ar)







