Metro

Program MBG Jawa Timur Sukses, Cemburu Sosial Meningkat, Begini Tanggapan Andik Sanjaya Pengelola Dapur MBG

Mojokerto, Net9.com – Program Prioritas utama Era Pemerintahan Prabowo Subianto
(Presiden), dan Gibran Rakabuming Raka, (Wakil Presiden) yaitu tentang Makan
bersama gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan kesehatan dan
tercukupi kebutuhan gizi kepada anak anak Indonesia sebagai generasi penerus
bangsa dan anak-anak Indonesia bisa terbebas dari gizi buruk stunting.

Selain hal tersebut, manfaat lain dari program MBG ini adalah peningkatan
perekonomian lokal yang semakin tumbuh dan berkembang, serta berdampak pada
berbagai aspek termasuk pengurangan angka pengangguran di berbagai daerah.

Dan tentunya bisa mendongkrak pengusaha UMKM setempat dalam bidang kuliner, dan
bidang-bidang lain yang saling sinergi untuk menghidupkan perputaran perekonomian
lokal, selain tujuan utamanya adalah membentuk generasi muda bermental tangguh dan berkualitas.

Seiring berjalannya waktu, program MBG ini di seluruh daerah di Jawa Timur bisa
dibilang Sukses dan tersalurkan dengan baik. Dibandingkan dengan daerah daerah lain yang masih banyak kekurangan dan bahkan banyak yang keracunan pada sebagian siswa setelah mengkonsumsi makanan MBG.

Kabupaten Mojokerto contohnya adalah salah satu wilayah daerah Jawa Timur yang sukses dalam menjalankan program MBG dalam satuan pengelolaan penyedia gizi, (SPPG). Dapur MBG Sukses, Pengacau cemburu sosial meningkat.

Kesuksesan disetiap dapur MBG adalah kesuksesan bersama di berbagai pihak.
Peran serta masyarakat sekitar dan pihak-pihak terkait yang mendukung
program ini.

Namun dibalik suksesnya pelaksanaan program MBG ini masih ada saja oknum
organisasi tertentu yang mengatasnamakan rakyat atau warga yang Cemburu atas kesuksesan pengelola dapur MBG. Padahal oknum tersebut tidak mengetahui proses perjalanan terbentuknya dapur MBG itu seperti apa.

Dari awal tentang pengajuan, pendaftaran, pembangunan, pengadaan peralatan,
penyediaan bahan baku, perekrutan tenaga kerja, dan lain-lain yang tentunya
sangat menguras tenaga dan pikiran juga menguras kantong. Dan seluruh
rangkaian perjalanan membentuk Dapur MBG itu harus sesuai dengan prosedur
dari badan gizi Nasional ( BGN).

Saat ini sudah berjalan dan program MBG bisa diterima dengan baik oleh
penerima manfaat dan semua siswa dari berbagai sekolah menyambut dengan senang dan dari pihak dapur MBG belum pernah mendapat komplain dari pihak
sekolah .

Namun dari oknum yang mengatas namakan masyarakat atau warga yang bertopeng organisasi ada saja yang Cemburu Sosial dengan keberhasilan MBG di daerah tertentu.

Kecemburuan sosial tersebut ditunjukkan dari sikap dan perilaku beberapa oknum yang berkoar koar dan mencari-cari kekurangan penyedia dapur MBG.

Dengan cara menebar fitnah keberbagai kalangan, menghasut orang tua murid
(Wali murid) sebagai penerima manfaat, dengan mengatakan makanan kurang
higienis dan mengandung bakteri yang bisa berakibat keracunan seperti yang
banyak dialami di Jawa Barat.

Untuk itu pemerintah daerah setempat memberikan pendampingan dari
berbagai elemen masyarakat untuk menampik tudingan dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab itu.

Salah satu wali murid di salah satu sekolah di Kecamatan Trowulan, Feriyanto (45), saat ditemui awak Media ini didepan sekolah SMPN 1 Trowulan ketika menjemput menunggu anaknya pulang sekolah dan ditanya tentang program MBG, ia mengatakan pernah ditemui seseorang yang mengatas namakan dari organisasi tertentu pernah mengatakan
bahwa hati hati anaknya untuk menerima makanan MBG itu karena kurang higienis dan cenderung berjamur dan berbakteri, karena itu banyak disalahgunakan dari
pengelolaan Dapur MBG menjadi ajang berbisnis.

“Hati hati pak anaknya jangan boleh makan dari program MBG itu, banyak yang
keracunan, karena program itu ajang berbisnis dan ajang mencari untung, jadi
pengelola itu perporsi bisa untung Rp.5000, kalo dikalikan 3000 porsi udah berapa itu
untungnya, kalo kali satu bulan berapa, untuk itu bisa dikatakan ajang bisnis, gitu mas,” terangnya.

Salah satu penanggung jawab dapur MBG yang berada di daerah Trowulan, Andik
Sanjaya, mendengar adanya pihak pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mempropokatori wali murid seperti itu, merupakan oknum-oknum yang Cemburu Sosial dan tidak suka dengan keberhasilan adanya program ini.

“Dari awal sudah saya jelaskan, saya mendukung program ini karena peduli terhadap anak anak dan pendidikan, untuk itu saya ingin program ini sukses dan turut berkontribusi, bukan
mencari untung atau bisnis, kalo sekedar mencari untung saya mempunyai usaha yang lain kok,” ungkapnya, Jum’at (3/10/2025).

Sementara itu Bupati Mojokerto, yang akrab dipanggil Gus Barra ini, saat ditemui
wartawan media ini, disela sela acara pelantikan mutasi Kepala Dinas Pemkab
Mojokerto pada (2/9) disentil soal adanya Isyu itu, ia menjelaskan bahwa itu merupakan oknum-oknum yang Cemburu Sosial saja,” program MBG ini Khan sudah berjalan lancar dan sesuai prosedur dan juga disertai pendampingan dari beberapa
unsur,“ jelasnya. (EKO – bersambung).